
STEBI AL-ROSYID NEWS, BOJONEGORO — Prestasi membanggakan kembali diukir oleh civitas akademika STEBI Al-Rosyid Bojonegoro. Salah satu mahasiswa terbaik kami, Eka Dian Saputra, berhasil meluncurkan gagasan inovatif berupa program BERES (Bojonegoro Education Rescue System) sebagai solusi konkret dalam mengatasi permasalahan Anak Tidak Sekolah (ATS) di Kabupaten Bojonegoro.
Gagasan cemerlang ini dipaparkan dalam forum Diseminasi Crowdsourcing 100 Ide Pendidikan untuk Bojonegoro yang diselenggarakan oleh Inspirasi Akademisi dan Periset Bojonegoro (Inspira Risbo) pada Selasa (26/05/2026). Ide BERES besutan mahasiswa STEBI Al-Rosyid ini secara resmi masuk ke dalam buku “100 Ide Pendidikan untuk Bojonegoro” dan ditandatangani langsung oleh Bupati Bojonegoro, Setyo Wahono.
Fokus Utama Program BERES: Penyelamatan Pendidikan Berbasis Desa
Eka Dian Saputra (yang akrab disapa Dian) menjelaskan bahwa Program BERES dirancang khusus untuk memitigasi tingginya angka Anak Tidak Sekolah (ATS) yang dipicu oleh faktor ekonomi, rendahnya motivasi belajar, perundungan (bullying), pernikahan dini, hingga minimnya pendampingan pendidikan di tingkat desa.
Melalui program ini, STEBI Al-Rosyid Bojonegoro mendorong konsep kolaborasi aktif antara mahasiswa penerima beasiswa daerah, pihak sekolah, pemerintah desa, dan elemen masyarakat.
“Mahasiswa tidak hanya bertindak sebagai penerima manfaat pendidikan dari daerah saja, tetapi juga dituntut berkontribusi langsung mengurai problem pendidikan yang ada di lingkungannya,” ungkap Dian saat menjelaskan naskah gagasannya.
Inovasi Pos Belajar Desa dan Sistem Deteksi Dini (Early Warning Education)
Ada tiga pilar utama yang diusulkan oleh mahasiswa STEBI Al-Rosyid ini dalam skema Program BERES:
-
Pos Belajar Desa: Memanfaatkan fasilitas publik seperti balai desa atau perpustakaan desa sebagai pusat bimbingan belajar alternatif.
-
Pemanfaatan Teknologi Digital & AI Sederhana: Menghadirkan media pembelajaran interaktif yang ramah anak dan mudah diakses di area pedesaan.
-
Early Warning Education (Sistem Deteksi Dini): Menggunakan sistem pemantauan berkala terhadap tingkat absensi dan kondisi sosial ekonomi siswa guna mencegah risiko putus sekolah sejak dini.
Apresiasi dari Berbagai Pihak
Gagasan BERES ini dinilai sejalan dengan visi pemerataan pendidikan daerah. Ketua Inspira Risbo, Dr. Ima Isnaeni TR, M.Pd, turut menyampaikan apresiasinya terhadap kepedulian generasi muda, khususnya mahasiswa STEBI Al-Rosyid Bojonegoro, dalam membantu pemerintah menangani isu ATS.
Pendekatan taktis berbasis desa yang ditawarkan Program BERES ini diharapkan dapat menjadi rekomendasi kebijakan resmi bagi Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam penyusunan program kerja strategis bidang pendidikan untuk tahun 2027 mendatang.
Kampus STEBI Al-Rosyid Bojonegoro akan terus berkomitmen mendukung penuh segala bentuk riset, inovasi, dan pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh mahasiswa demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat luas, khususnya di wilayah Bojonegoro. (Humas/Red)
STEBI Al-Rosyid Bojonegoro, Eka Dian Saputra, Program BERES, Bojonegoro Education Rescue System, Anak Tidak Sekolah Bojonegoro, ATS Bojonegoro, Inspira Risbo, Bupati Bojonegoro Setyo Wahono, Inovasi Pendidikan Mahasiswa, Kampus STEBI Al-Rosyid
#STEBIAlRosyid #Bojonegoro #EkaDianSaputra #ProgramBERES #AnakTidakSekolah #ATSBojonegoro #InspiraRisbo #SetyoWahono #InovasiMahasiswa #KampusBojonegoro #MahasiswaBerprestasi